Rekam Jejak Alfred Riedl, Pelatih Baru Persebaya Surabaya

Rekam Jejak Alfred Riedl, Pelatih Baru Persebaya SurabayaPersebaya Surabaya resmi mendapuk Alfred Riedl sebagai pelatih baru. Keputusan ini didapat tak lama setelah mereka mendepak Djadjang Nurdjaman, pada 10 Agustus 2019. Artinya, butuh waktu 13 hari bagi Bajul Ijo mendatangkan pelatih baru.

Alfred Riedl bukanlah orang baru di kancah persepak bolaan Indonesia. Ia tiga kali membesut Timnas Indonesia yang kala itu bermain di Piala AFF. Periode pertama melatih Timnas Indonesia pada 2010 hingga 2011, Riedl membawa Timnas Indonesia ke partai puncak Piala AFF 2010.

Pada periode kedua, Riedl kembali ke Indonesia pada tahun 2013. Dalam gelaran Piala AFF 2014, Riedl gagal total. Timnas Indonesia gagal lolos dari fase grup. Sekadar catatan, pada tahun 2014, sepak bola Indonesia sedang mengalami dualisme.

Periode ketiga, yakni pada tahun 2016, Riedl melatih Timnas Indonesia dalam gelaran Piala AFF 2016. Hasilnya, Timnas Indonesia menjadi runner up turnamen setelah takluk 3-2 dari Thailand.

Dari Austria Menuju Asia

Di Austria, negara asalnya, Alfred Riedl bukanlah sosok pemain kacangan. Ia bermain di Austria Vienna, salah satu klub tenar di Austria. Ia juga sempat bermain di Liga Champions pada musim 1969/1970 dan 1970/1971. Ia bahkan pernah mencetak gol di Liga Champions kala melawan Dynamo Kyiv. Dalam kesempatan itu, ia bermain untuk Austria Vienna.

Pada musim 1971/1972, Alfred Riedl menjadi pencetak gol terbanyak Bundesliga Austria kala bermain untuk Austria Vienna. Total, ia tiga kali menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi. Pada musim 1972/1973 dan 1974/1975, Riedl juga menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Belgia.

Empat gelar prestis didapat Riedl kala masih menjadi pemain. Dua gelar Bundesliga Austria dan dua gelar Piala Austria. Empat gelar yang membawa nama Riedl ke Timnas Austria. Ia empat kali bermain untuk Timnas Austria. Sebuah catatan mentereng untuk sosok pelatih di Indonesia.

Catatan apiknya saat masih bermain berusaha ia duplikasi kala menjadi pelatih. SC Wiener menjadi klub yang menempa Alfred Riedl sebagai pelatih. Karier awalnya di dunia pelatih dimulai di klub ini sebagai asisten manajer pada musim 1983/1984.

Tiga tahun berselang, Riedl menjadi pelatih utama Kottingbrunn, klub Austria. Setahun di Kottingbrunn, ia pindah ke klub yang melambungkan namanya, Austrai Vienna sebagai asisten manajer.

Karier kepelatihannya beralih ke level Tim Nasional. Pada 1990/1991, Alfred Riedl menjadi pelatih Timnas Austria. Total, Riedl memimpin Austria dalam delapan pertandingan.

Iran menjadi negara Asia pertama yang dijelajahi oleh Alfred Riedl. Pada 1996, ia pindah ke Iran dan menjadi Direktur Olahraga. Setahun di Iran, ia kembali ke Eropa dan membesut Leichstenstein pada Januari 1997.

Setahun di Eropa, ia kembali ke Asia dan menjadi pelatih Vietnam, Juli 1998. Dari Vietnam inilah kariernya berlanjut di Asia Tenggara. Total, tiga negara ASEAN yang pernah dibesut oleh Alfred Riedl. Ketiga tim tersebut adalah Vietnam, Laos, dan Indonesia.

Pemilik lisensi UEFA Pro ini kini kembali ke Indonesia. Persebaya Surabaya menjadi klub kedua asal Indonesia yang ia latih setelah PSM Makassar pada 2015 silam. Di PSM Makassar, Riedl hanya bertahan selama sebulan dan keluar karena kondisi kesehatan.

Lalu, mampukah Alfred Riedl mengembalikan Persebaya Surabaya ke papan atas?

Sharing is caring!

Updated: September 30, 2019 — 11:30 pm