Gejala Mata Anak Belekan yang Harus Segera Ditangani

Gejala Mata Anak Belekan yang Harus Segera Ditangani

Debu atau kotoran adalah penyebab utama yang sering mengakibatkan mata anak belekan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan ada faktor penyebab lain. Untuk memastikannya, Anda harus memeriksakan anak ke dokter. Jika sakit belekan pada anak disertai dengan gejala yang terbilang parah, maka itu artinya penyebabnya serius. Inilah beberapa gejala yang harus diwaspadai.

  1. Terdapat Kotoran Berwarna Kekuningan atau Kehijauan

Memperhatikan kondisi seluruh bagian tubuh memang penting dilakukan agar mengetahui bagaimana sebenarnya kesehatan tubuh. Selain memperhatikan kondisi tubuh yang kasat mata, merasakan kondisi tubuh juga harus diperhatikan. Dengan perhatian pada kondisi tubuh tersebut, Anda akan mengetahui bagaimana kondisi kesehatan tubuh.

Jika terdapat sesuatu yang berbeda dan mengganggu aktivitas, maka itu tandanya sedang terdapat gangguan kesehatan. Umumnya, suatu penyakit pasti ditandai dengan gejala, termasuk mata belekan. Belekan pada anak juga disertai dengan gejala.

Akan tetapi, tidak semua belekan ditandai dengan gejala seperti pada umumnya yaitu berupa mata merah, pedih, dan berair. Terdapat gejala lain yang harus diwaspadai. Salah satunya adalah jika belekan tersebut disertai dengan lendir atau kotoran yang berwarna kekuningan atau kehijauan. Itu tandanya ada hal lain yang cukup serius menyebabkan sakit mata belekan.

Segeralah periksakan anak ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan agar segera mendapatkan penanganan yang baik. Umumnya, sakit mata belekan yang disertai lendir atau kotoran kekuningan atau kehijauan tersebut adalah aktivitas bakteri yang disebut juga dengan konjungtivitas bakteri. Kondisi ini harus segera ditangani untuk mendapatkan obat yang tepat.

  1. Mata Membengkak

Sakit mata belekan yang disebabkan oleh berbagai faktor tentu saja mempunyai gejala yang dapat dikenali. Awalnya, sakit mata belekan hanya ditandai dengan mata merah, berair, dan mengeluarkan kotoran.

Akan tetapi, jika di kemudian hari terjadi pembengkakan pada mata, itu artinya kondisi sudah cukup serius. Mata anak belekan yang sampai membengkak harus segera ditangani. Anda harus memeriksakannya ke dokter untuk memastikan kondisinya.

Penyebab sakit mata belekan dapat diketahui. Seberapa parah sakit yang diderita juga dapat dipastikan. Setelah pemeriksaan, mata anak akan lebih cepat sembuh dengan pemakaian obat sakit mata khusus sesuai dengan resep dokter.

  1. Mengeluarkan Air Mata Berlebihan

Salah satu gejala atau tanda-tanda belekan adalah mengeluarkan air mata karena tersumbatnya saluran air mata dari sudut mata ke hidung. Akibatnya, air mata tidak bisa mengalir ke hidung dan menguap melalui pernapasan. Untuk itu, air mata mengendap di bagian mata dan menyebabkan mata tampak berair.

Keadaan tersebut berbeda halnya jika air mata tersebut semakin banyak atau sudah berlebih. Segera lakukan tindakan pemeriksaan guna mengantisipasi hal lain yang bisa memperparah kondisi mata. Anda harus melakukan penanganan khusus untuk memeriksakan anak ke dokter agar bisa segera ditangani dengan pengobatan yang tepat.

  1. Kesulitan dalam Membuka Mata

Kesulitan membuka mata pada anak tentu sangat menganggunya. Anak bisa menjadi rewel ketika mengalami kondisi ini. Anda harus mengatasi hal ini agar tidak mengganggu aktivitas anak. Segera lakukan tindakan mengompres mata menggunakan air hangat dan lap lembut.

Usapkan kain basah yang hangat tersebut ke bagian mata untuk membersihkan kotorannya. Lama kelamaan mata akan bisa dibuka karena kelopak mata serta bulu mata di bagian atas dan bawah tidak lagi lengket. Untuk memeriksa perkembangan kesehatan mata, periksakan anak ke dokter mata agar diketahui perkembangan proses penyembuhannya.

Berbagai gejala tersebut sangat mengganggu dan mengindikasikan bahwa mata anak belekan disebabkan oleh gangguan kesehatan yang serius. Untuk memastikannya, segeralah periksakan anak ke dokter mata. Akan ada pemeriksaan secara medis dan segera diketahui penyebabnya secara pasti. Anak Anda akan mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

Sharing is caring!

Updated: April 5, 2019 — 3:04 am