Diabetes Insipidus Adalah Penyakit Langka

Diabetes Insipidus Adalah Penyakit LangkaDilansir dari Alodokter, diabetes adalah salah satu contoh penyakit kronis dan ditandai dengan glukosa darah yang cukup tinggi.

Dilansir dari KlikDokter, banyak sekali jenis diabetes yang sebagian besar kemungkinan masih asing di telinga kita. Karena kita sudah lebih familiar dengan diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Berikut ini adalah beragam jenis diabetes yang terjadi di lingkungan masyarakat.

  1. Diabetes Insipidus

Gejala diabetes insipidus adalah peningkatan intensitas buang air kecil dan dalam jumlah yang banyak. Diabetes ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan insulin maupun gula darah tinggi.

Sumber gambar: unsplash.com

Penderitanya akan mengalami rasa haus yang berlebihan, pastinya menyebabkan tidur malam terganggu bahkan bisa mengompol. Jika banyak yang menyamakan diabetes insipidus dengan diabetes mellitus, tanggapannya adalah di antara keduanya berbeda. Karena diabetes mellitus disebabkan oleh masalah insulin dan kadar gula darah yang tinggi, sedangkan penyebab diabetes insipidus adalah kerja ginjal terhadap urin.

Gejala lain dari diabetes insipidus ini selain frekuensi buang air kecil yang meningkat, adalah sering buang air kecil saat malam hari dan urin nampak encer serta pudar. Diabetes insipidus ini juga dapat menyerang anak kecil, dan gejala yang ditimbulkan pun berbeda.

Gejala diabetes insipidus pada bayi dan anak kecil adalah penurunan berat badan, rewel, tubuh terasa dingin, kulit kering, popok basah yang tidak biasa, diare, muntah, demam, dan pertumbuhan yang terlambat.

Jika kamu menemukan beberapa gejala di atas, dan dikhawatirkan dapat memburuk, maka sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan secepat mungkin.

Terdapat beberapa jenis diabetes insipidus yang dilansir dari Hello Sehat, yaitu diabetes insipidus gestasional, diabetes insipidus nefrogenik, diabetes insipidus sentral, dan polidipsia primer.

Faktor resiko seseorang mengalami diabetes insipidus adalah faktor keturunan dan jenis kelamin. Karena diabetes insipidus ini lebih sering terjadi pada kamu pria dibanding wanita.

  1. Diabetes Tipe 1

Pada diabetes tipe 1 ini, ditandai dengan pankreas yang rusak. Pankreas bagaikan pabrik alami di dalam tubuh yang memproduksi insulin. Karena pankreas rusak, sudah pastinya tidak ada yang dapat memproduksi insulin lagi. Padahal insulin dibutuhkan untuk mengubah glukosa menjadi energi bagi tubuh.

  1. Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 ini lebih sering menyerang kaum dewasa dan lanjut usia. Tipe diabetes ini terjadi karena adanya resistensi insulin. Dalam kasus ini, pankreas menghasilkan banyak insulin untuk mengubah gula menjadi energi. Namun, lama kelamaan pankreas yang lelah bekerja, tidak bisa memproduksi insulin lagi dalam jumlah yang dibutuhkan.

  1. Diabetes Tipe 3

Nyaris sama dengan diabetes tipe 2, yaitu ditandai dengan adanya resistensi insulin. Namun, para ahli masih melakukan penelitian karena resistensi insulin ini tidak menyebabkan gula darah naik, melainkan bisa menyebabkan penyakit Alzheimer.

  1. Diabetes Gestasional

Diabetes ini biasanya terjadi ketika dalam masa kehamilan 24 hingga 28 minggu, ditandai dengan gula darah yang tinggi terutama setelah makan. Diabetes saat masa kehamilan sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan si ibu terutama untuk kesehatan dan keselamatan si janin. Maka, harus segera ditangani oleh ahlinya untuk mencegah komplikasi seperti lahir premature.

  1. Diabetes Sekunder

Dipicu oleh penyakit lain yang menyebabkan gula darah tinggi. Untuk mengobatinya, pertama kali yang harus ditangani adalah penyakit yang mendasari diabetes.

Itulah beragam jenis diabetes yang paling sering ditemui dalam lingkungan masyarakat. Dan gejala yang sering dianggap sepele biasanya dari diabetes insipidus karena banyak yang kurang memperhatikan intensitas buang air kecil.

Updated: November 23, 2019 — 12:37 pm