Cara Menghitung Biaya Pendidikan Anak Usia 5 Tahun

Cara Menghitung Biaya Pendidikan Anak Usia 5 TahunOrang tua milenial yang belum punya rumah, rasanya akan lebih memprioritaskan untuk menghitung dana pendidikan anaknya ketimbang pusing dengan cicilan rumah. Umumnya mereka tidak masalah jika harus ngontrak rumah asalkan tetap bisa traveling bareng keluarga dan tetap mampu memberikan pendidikan untuk anaknya sesuai harapan.

Masalahnya, biaya pendidikan di sekolah-sekolah favorit kini dianggap mahal. Mengingat berbagai fasilitas yang disediakan oleh sekolah pun sangat sepadan. Mulai dari fasilitas bangunan, kelas, hingga guru-guru yang profesional.

Supaya tidak terlalu besar pinjam dana untuk membayar pendidikan anak di kemudian hari, akan lebih baik jika menghitungnya dan mempersiapkannya sejak dini, apalagi jika anak sudah berusia 5 tahun menjelang memasuki sekolah dasar.

Cari pilihan sekolah yang diharapkan

Langkah pertama adalah mencari sekolah yang diinginkan. Apakah sekolah harus punya kurikulum tertentu, fasilitas tertentu, pengajaran tertentu, atau memang karena dekat dengan rumah atau kantor orang tuanya sehingga bisa lebih mudah untuk mengontrolnya.

Nah, keinginan-keinginan tersebut harus dikumpulkan terlebih dahulu kemudian disesuaikan dengan sekolah-sekolah yang memang masuk dengan kriteria yang sudah dibuat.

Setelah itu, cari informasi tentang biaya secara keseluruhan mulai dari uang masuk, uang gedung, uang SPP, uang ekstrakurikuler, hingga uang kegiatan, dan lain sebagainya.

Kumpulkan dulu semua data-datanya kemudian nanti tinggal dibuatkan matriksnya atau dibuatkan tabel perbandingannya disertai dengan poin-poin kelebihan atau kekurangannya seperti menggunakan metode SWOT.

Kumpulkan data-data tentang biaya sekolahnya

Jangan mudah percaya dengan data-data di internet. Karena dikhawatirkan datanya tidak terupdate. Sehingga mau tidak mau harus bertanya langsung kepada petugas administrasi di sekolah masing-masing.

Langkah ini sangat penting karena kita bisa sekaligus melihat berbagai fasilitasnya, keamanannya, kenyamanannya bagi anak, dan beberapa pertimbangan lainnya. Setelah itu tinggal memilih salah satu sekolah yang memang terbaik berdasarkan preferensi yang sudah dibuat atau ditentukan sendiri sebelumnya.

Hitung proyeksi kenaikannya setiap tahun

Karena anak masih umur 5 tahun, artinya masih ada waktu 2 tahun untuk masuk ke SD, 8 tahun masuk ke SMP, 11 tahun masuk ke SMA dan seterusnya hingga ke perguruan tinggi.

Sebagai contoh katakanlah biaya keseluruhan masuk ke SD adalah Rp10 juta. Jika dikalikan proyeksi kenaikannya sekitar 10 persen pertahun, artinya akan ada kenaikan sekitar 20 persen saat anak akan masuk ke SD. Sehingga kurang lebih dana yang perlu disiapkan adalah sebesar Rp12 juta.

Nah, tambahan Rp2 juta itulah yang harusnya mau tidak mau disiasati dengan cara menabung atau dengan berbagai cara lain yang lebih menguntungkan.

Siapkan dengan tabungan atau investasi yang aman

Berbagai cara bisa ditempuh untuk mempersiapkan dana tabungan pendidikan yang aman. Misalnya untuk dana persiapan jangka pendek kurang dari 5 tahun bisa memilih jenis tabungan pendidikan atau investasi yang beber risiko seperti emas batangan.

Kedua cara tersebut dianggap paling aman untuk jangka pendek, tetapi, untuk menghindari hal yang tidak diharapkan, ada juga yang menggabungkan tabungan dengan proteksi yaitu asuransi pendidikan.

Nah, kerap kali meski sudah menabung bisa saja dana yang diproyeksikan cukup ternyata kurang. Dalam kondisi demikian kita bisa saja memanfaatkan fintech yang melayani pinjam dana untuk semua kebutuhan termasuk untuk dana pendidikan.

Contohnya seperti Kredivo. Kredivo tidak hanya dikenal sebagai kartu kredit digital, tetapi juga fintech yang menawarkan produk pinjaman mini dan pinjaman jumbo. Keduanya bisa diajukan hanya lewat aplikasi saja, yaitu aplikasi Kredivo.

Kelebihan lainnya karena Kredivo sudah terdaftar di OJK dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018. Dengan limit yang diberikan pastinya sudah sangat cukup untuk mudik bareng keluarga besar sekalian..

Cara daftarnya juga cukup mudah. Tinggal download saja aplikasinya di Google Play Store maupun App Store. Setelah itu tinggal ikuti saja prosedur pendaftarannya dengan sangat mudah. Semuanya dapat dilakukan secara online saja lewat handphone.

Nah, syarat-syaratnya juga nggak ribet kok. Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan bisa dibuktikan dengan kartu identitas (KTP). Berusia antara 18 sampai 60 tahun.Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon. Punya penghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Setelah proses pendaftaran disetujui, kita bisa langsung mengecek kredit limit yang disetujui oleh Kredivo. Perlu diketahui bahwa bunga cicilan kredit online dari Kredivo sebesar 2.95% per bulan. Jadi, pastikan memilih tenor yang sesuai ya. Tidak ada batasan limit transaksi selama masih ada sisa saldo yang bisa digunakan.

Updated: March 12, 2020 — 6:48 pm