5 Mitos Terkait Picky Eater yang Wajib Dihindari dan Alasannya

5 Mitos Terkait Picky Eater yang Wajib Dihindari dan Alasannya

Sikap anak untuk memilih-milih makanan memang dilandasi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah rasa bosan ataupun tidak nafsu makan terhadap makanan tertentu. Ia lebih suka makan makanan manis, lezat, dan tidak asam atau pahit. Terkait dengan picky eater tersebut, ternyata terdapat 5 mitos yang wajib diketahui agar dapat dihindari. Inilah penjelasan dan alasannya.

  1. Tidak Memberi Makan Lagi Jika Anak Menolak

Penolakan anak terhadap makanan tertentu yang umumnya justru makanan sehat adalah suatu hal yang harus diwaspadai. Apabila terjadi demikian, jangan biarkan begitu saja. tindakan tidak memberi makan lagi jika anak sudah menolak adalah suatu kesalahan.

Mitos tersebut harus segera dihindari agar asupan makanan si kecil tetap terpenuhi. Jadi, tetap berikan makanan dengan membujuknya atau mengkreasikan menunya. Hal ini penting agar anak tetap makan tiga kali sehari dengan porsi yang cukup dan gizi seimbang.

  1. Tidak Memberikan Menu Baru

Mitos berikutnya adalah tidak memberikan menu baru jika anak bersikap memilih-milih makanan. Tindakan ini juga tidak benar karena justru sebaiknya berikanlah menu baru agar anak terbiasa. Anggapan tidak sukanya terhadap makanan tertentu harus diakhiri dengan memberikan kreasi menu sehat yang bergizi agar ia tetap mau makan. Berikan pemahaman tentang makanan sehat.

  1. Hanya Memberinya Susu

Tidak sedikit orang tua yang pada akhirnya hanya memberikan susu jika anak susah makan karena memilih-milih makanan. Memang benar bahwa susu adalah asupan sehat dan praktis, sehingga anak bisa lebih mudah mengonsumsinya. Meskipun demikian, tetap saja susu hanya berfungsi melengkapi kebutuhan gizi, bukan menyuplai gizi secara pokok.

Oleh karena itu, sudah tentu mitos jika susu bisa menjadi solusi utama untuk menggantikan makanan bergizi yang ditolak oleh anak akibat pilih-pilih makanan. Jadi, tetap berikan makanan bergizi dan lengkapi dengan susu sesuai usianya.

  1. Beranggapan Anak Tidak Kekurangan Gizi

Sikap anak dalam memilih-milih makanan karena lebih memilih makanan tertentu yang menurutnya enak, ternyata tidak baik bagi kesehatannya. Akan tetapi, sebagian besar orang tua lebih memilih menuruti keinginan anak untuk makan sedikit saja atau membiarkan mengonsumsi makanan yang disukainya saja.

Hal tersebut dikarenakan anggapan bahwa anak tidak kekurangan gizi dan pertumbuhannya tidak terganggu jika hanya mengonsumsi makanan yang disukainya saja. Hal ini hanyalah mitos karena sudah pasti anak akan kekurangan gizi jika makanan sehat yang seharusnya dikonsumsi ternyata tidak dimakan. Jadi, tetap berikan makanan sehat dengan membujuk dan mengkreasikan menunya.

  1. Menunggu Sikap Anak Berubah Tanpa Berusaha

Perubahan sikap anak yang tadinya memilih-milih makanan menjadi bisa bersikap netral memang akan terjadi. Jika dalam prosesnya hanya menunggu perubahan sikap anak tanpa berusaha memberikan makanan terbaiknya sejak dini, maka tidaklah benar.

Anggapan anak akan berubah sendiri dalam waktu yang cepat adalah mitos dan belum tentu berhasil berubah. Oleh karena itu, upayakan memberikan makanan sehat dan bergizi sejak kecil meskipun anak awalnya menolak. Berikan kreasi menu dan ciptakan suasana makan yang mengasyikkan agar ia mau menikmati makanannya.

Demikianlah aneka mitos tentang sikap picky eater yang terjadi pada anak. Anda harus mengetahuinya agar tidak melakukan hal-hal tersebut yang justru merugikan si kecil karena kebutuhan gizinya tidak terpenuhi. Oleh karena itu, usahakan tetap memberikan makanan sesuai porsinya dan bergizi seimbang. Kenali penyebab ia memilih-milih makanan dan atasilah segera.